"Adrian akan kembali Sena, dia akan menuntut balas padamu," bisik Irma dengan suara bergetar. Tatapannya menatap layar ponsel yang sudah mati itu dengan cemas.Sena memegang kedua bahu Irma, menatap mata wanita itu dengan tenang. "Tenang, Irma. Justru ini yang aku tunggu. Daripada dia bersembunyi seperti tikus di kota, lebih baik dia datang ke sini.""Tapi Sena... Adrian itu licik," ujar Irma cemas. "Dia tahu semua celah di klinik. Aku takut dia memakai racun kimia yang lebih berbahaya untuk menyerang warga desa lagi, atau bahkan menyerangmu!""Dia tidak akan bisa menyentuh warga, apalagi kamu," balas Sena penuh keyakinan. Ia menatap ke dalam gubuknya. "Ikut aku ke dalam.""Ke... ke dalam?" Irma tertegun, namun kakinya tetap melangkah mengikuti Sena masuk ke ruangan dalam gubuk yang temaram.Sena duduk bersila di atas lincang bambu, lalu menepuk area kosong di depannya. "Duduk bersila menghadapku, Irma. Ulurkan kedua tanganmu."Irma menelan ludah, dadanya berdebar kencang. Ia d
Last Updated : 2026-07-22 Read more