"Tapi kamu menahannya dengan sangat baik, Tuan Darren," bisik Aruna manis. Ia memiringkan kepalanya sedikit, hingga pipinya bersentuhan dengan rahang tegas Darren yang terasa sedikit kasar oleh bayangan kumis tipis. Darren terkekeh pelan, kemudian dia memutar tubuh Aruna perlahan, menyandarkan pinggang wanita itu pada pembatas balkon, menguncinya di antara kedua lengannya yang kekar. Darren menunduk, mengikis jarak di antara wajah mereka hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan. Di bawah pendar remang lampu dinding balkon, sepasang mata hitam Darren berkilat begitu pekat, sarat akan gairah, kekaguman, dan keposesifan yang tak lagi disembunyikan. Kemudian tangan kanan Darren terulur naik, jemari kokohnya membelai garis rahang Aruna dengan sangat lembut, lalu ibu jarinya singgah di bibir bawah Aruna yang merona merah, lalu mengusapnya pelan hingga napas Aruna menjadi pendek-pendek. Dada Aruna naik turun terengah. Tatapan Darren yang begitu intens memenjarakannya, membuat
Dernière mise à jour : 2026-07-24 Read More