Setelah aba-aba itu, beberapa anak panah mulai beterbangan ke sekitar mereka. Ye Wanruo mulai menyadari, bahwa sasaran panah bukanlah tubuh mereka, tapi tujuannya memaksa mereka meyerah. Wajahnya mengulas senyum mengerikan.“Senior,” panggilnya. “Mereka tak berani membunuh kita.”“Kalau begitu, lanjutkan ke atas sedikit lagi,” kata Han Cheng dengan senyum misterius.Sebuah batu kecil menggelinding dari sisi tebing akibat terkena panah. Itu membuat posisi Ye Wanruo rentan tergelincir.“Kau pindah ke bagian ini,” saran Han Cheng. Lalu dia menunjuk dengan dagunya ke arah sisi kiri. “Di situ ada cekungan. Jika kau bisa mencapai tempat itu lebih cepat, kau akan aman dari sasaran panah mereka.”“Bagaimana denganmu?” tanya Ye Wanruo khawatir.“Biarkan aku yang memikirkan keselamatanmu.” Han Cheng menatap tepat ke mata Putri Ketiga di depannya. “Bisakah kau mengikuti saja perintahku tanpa terus menanyakan yang tidak penting?”Ye Wanruo terdiam. Dia segera memanjat lebih cepat, sementara hujan
Last Updated : 2026-09-20 Read more