“Ayo Mbak ikut aku masuk.”Sekar berjalan lebih dulu di depan sambil menggandeng tangan Ririn masuk. Ririn yang berjalan di belakang Sekar, diam-diam ia malah tersenyum. Senyumannya terlihat sangat misterius, seolah ada sesuatu yang disembunyikannya. Sehingga akhirnya mereka pun sampai di kamar tamu. Kamar itu adalah tempat belum pernah ditempati oleh Ririn sebelumnya, karena hari itu dia sempat pingsan sehingga mereka membawanya masuk ke kamar itu, untuk berbaring.“Ini kemarin yang pernah Mbak tempatin waktu itu. Menginap di sini nggak apa-apa kan?”“Ya nggak apa kok, ini tuh udah bagus banget tempatnya. Aku juga nggak keberatan harus tinggal di sini sebentar. Lagiankan cuma untuk satu malam saja.”“Kalau gitu mbak jangan keluar dari sini ya, soalnya di depan sana bakal ada ritual.”Dengan senyum lembut, Ririn menjawab,“Iya tenang aja kok, aku nggak akan keluar dari sini. Lagian ini cuma satu mala
Last Updated : 2026-08-22 Read more