MasukJika orang biasa orang yang tidak memiliki kemampuan khusus melihat hal-hal gaib, seperti yang dilihat oleh Sekar maupun Damar.
Kolam itu akan terlihat jernih dengan air yang tenang. Tidak ada sesuatu apapun yang terlihat di dalamnya. Akan tetapi, terkecuali untuk seseorang yang sedang melakukan ritual seperti yang dilakukan oleh Dewi saat ini.Maka dia juga akan melihat ular yang berada di dalam kolam. Hingga merasa itu sangat terlihat mengerikan sekali jika sampai masuk“Mbah mau ikut menginap di rumahku?” “Ya, sekali-kali menurutku itu tidak apa kan?”Sekar menyenggol bahu Damar.“Tapi seterusnya juga malah tambah nggak apa-apa.”“Kamu ini bisa saja membalas ucapanku.” —-Damar yang mengetahui lokasi rumah yang sudah diberikan alamatnya oleh Tono. Jadi mereka pun sampai di rumah milik Tono, rumah itu terlihat biasa saja tetapi cukup lumayan agak luas untuk ukuran rumah yang dimiliki oleh pengantin baru.“Sebentar ya Mbah biar aku saja yang mengetuk pintunya.”Damar tidak menjawab ia hanya mengangguk.Tok, tok! Dari dalam tidak ada jawaban yang terdengar keluar. Karena itu Sekar jadi curiga kalau …“Apa mungkin mereka tidak ada?”Langkah Damar maju ke depan. Lebih dekat ke pintu.“Coba ketuk lagi.”Akhirnya Sekar pun kembali mengetuk pintu lebih keras. Tok, tok, tok!Tidak lama kemudian b
“Itu benar aku juga pernah melihatnya, sosok yang sangat menakutkan. Saat itu aku pulang dari luar kota tapi tidak sempat mengabari istriku karena ingin memberinya kejutan ….”“ … Namun, sepertinya makhluk itu langsung menghilang saat aku tiba di rumah.”“Bisa kamu beritahu aku seperti apa ciri-cirinya?”“Aku tidak bisa menjelaskannya secara detail, tapi sesosok itu memiliki wajah yang sangat mengerikan. Bahkan sepertinya wajahnya sangat rusak parah.”Saat menceritakan itu kedua bola mata pria bernama Tono itu menyipitkan matanya. “Aku rasa sepertinya ada seseorang yang mengirimkan sesuatu ke dalam rumah tanggamu. Dia ingin menghancurkan tubuh hubungan kalian.”Damar juga sedang memikirkannya sambil mengusap janggut yang ada di dagunya. “Ah, bener juga. Aku hampir lupa memberitahu Mbah.”Damar kembali menoleh ke arah Tono. “Setiap kali aku berada di luar kuota Istriku selalu menelpon. Katak
Karena wajah mereka saling dekat. Damar akhirnya mencium bibir Ririn. Hingga mereka sempat berciuman dengan sangat lama. — Cahaya pagi menyinari ranjang tempat Smear tidur. Ia terbangun di dalam kamarnya sendiri. Namun, mengingat kalau semalam ia pingsan karena didorong oleh Ririn sampai pingsan. Jadi Sekar segera bangkit dari ranjang. “Awhh … sakit, rasanya belakang kepalaku masih terasa sakit!” Wajah Sekar mengernyit saat melihat ke arah cermin yang ada di depan meja rias. Cermin itu memantul ke arah ranjang tempat Sekar bangun. Wajahnya terlihat pucat tapi ia merasa ada yang aneh. Karena itu Sekar sebelah merah turun dari tempat tidurnya. Langkahnya keluar dari kamar lalu cepat menuju ke arah kamar tidur Ririn. “Mbak! Mbak Ririn!” Sekar mengetuk-ngetuk pintu barulang kali namun tidak ada jawaban dari dalam. Mendengar suar
Dia terus menggerutu karena rasa sakit berhubungan saat pertama kali membuat miliknya terasa sangat perih di dalam.Namun ini adalah kesempatan bagi Damar di saat roh itu terlihat lengah. Tangan Damar menarik tubuh Ririn agar mendekat ke pelukannya. Kemudian ia menahan wajah Ririn dekat dengannya, lalu membisikkan mantra. Roh yang mendengar mantra itu langsung tidak bisa bergerak, ia merasa seperti tidak bisa menggerakkan tubuh itu sesuka hatinya lagi. Jelas Damar sedang mengunci roh yang ada di dalam tubuh Ririn. Ia mencoba untuk membuat roh itu keluar dengan sendirinya karena tidak bisa menggerakkan tubuh Ririn. Jadi karena tidak berdaya, roh itu akan keluar dengan sendirinya. Meski tidak saat ini roh itu masih bersikeras untuk tetap tinggal tapi Damar tidak akan membiarkannya.Kedua tangan Damar menggerakkan pinggul Ririn dengan gerakan naik turun. Gerakannya tidak santai melainkan digerakkan dengan kasar. P
Mendengar itu Damar sampai menggoyangkan pinggulnya lebih dalam menghujam lubangnya.Tidak sampai di situ, ia bahkan mengangkat tubuh Dewi dan digendong menghadap ke arahnya. Kelamin mereka masih menyatu. Namun, milik Beni masuk lebih dalam di perut Dewi.“Huaanghh … ahh, ini terasa lebih dalam dari sebelumnya.”Desahan Dewi hanya sampai di halaman rumah saja. Dari dalam rumah tidak terdengar suara apapun. Sehingga Sekar yang sedang berusaha mengeluarkan roh yang ada di dalam tubuh Ririn kini membuatnya sibuk sendiri.Tanpa tahu apa yang terjadi saat ini di luar, tepar di halaman rumah. Damar masih terus mengangkat tubuh Dewi naik turun agar miliknya bisa keluar masuk dalam posisi digendong di depan.Damar merasakan lubang Dewi yang semakin menjepit lebih erat dari sebelumnya.Jelas dia sedang merasa sangat terangsang. Belum lagi Dewi sesekali melihat ke pintu rumah. Ia berharap Sekar tidak bisa melihatnya yang sedang dalam kondisi bercinta dengan Damar.“Huuh, aahh … rasanya kepala
“Akhh …! Apa yang kamu lakukan?!” Tubuh Ririn langsung ambruk tanah halaman depan rumah. Meski roh yang ada di dalam tubuh Ririn itu masih bersama yang. Tapi saat ini dia sedang melemah. Karena itu saat ini Sekar langsung menyeret tubuh Ririn masuk ke dalam rumah. Ia membawanya cepat-cepat pergi dari tempat ritual agar tidak mengacaukannya. Sampai di kamar Sekar memasukkannya kembali dan membaringkan tubuh yang lama itu di atas ranjang. Nafasnya memburu ketika menahan berat tubuh Ririn saat membawanya dan membantunya menaiki kasur. Untuk sementara ini dia tidak bisa pergi dari sini apakah harus menjaga diri tetap diam di kamar. Kalau sampai gadis itu keluar dari sana maka roh itu akan menggunakan tubuhnya untuk menjaga hutan ritual yang dilaksanakan oleh Damar. Bacaan mantra yang dilakukan oleh Damar masih berlangsung. Ia terus menyirami tubuh Dewi dengan air kembang tujuh rupa. Sementara itu kain yang dikenakan oleh Dewi saat ini sudah tidak lagi terpasang dengan benar.







