Alena menyesap tehnya perlahan, membalas tatapan Rafael dengan nada suara datar dan biasa. "Aku baik-baik saja. Berita itu juga sudah hilang."Rafael mengangguk pelan, seolah lega, meski ada guratan cemas yang tak sepenuhnya sirna dari wajahnya. Ia memajukan tubuhnya sedikit, memelankan intonasi bicaranya. "Alena ... aku mendengar rumor yang beredar kemarin. Kamu adalah Lovely ... apa itu benar?"Tanpa keraguan, Alena menatap lurus manik mata pria di hadapannya. "Ya. Lovely adalah aku."Jawaban singkat itu membuat Rafael terdiam membeku. Untuk beberapa saat, lidahnya terasa kelu. Namun, ia menyadari ada yang berbeda dari cara Alena memandangnya—sebuah tatapan tajam, dingin, dan sarat akan penyelidikan yang menghujat."Kenapa ... kenapa tatapanmu seperti itu padaku, Al?" tanya Rafael ragu, mencoba menutupi kegugupannya.Alena menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, menghembuskan napas pelan namun terdengar begitu berat. "Rafael, selama ini kamu adalah satu-satunya orang yang sangat
Terakhir Diperbarui : 2026-10-05 Baca selengkapnya