Alres membawa Keira masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan apa pun. Sejak mereka meninggalkan kerumunan wartawan di lokasi pameran, pria itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Wajahnya tetap tenang, tetapi sikapnya jauh lebih dingin dari biasanya.Keira beberapa kali melirik ke arahnya. Biasanya Alres akan bertanya apakah ia baik-baik saja setelah menghadapi tekanan seperti tadi. Namun, kali ini tidak ada satu pun pertanyaan.Begitu sampai di ruang tengah, Alres melepaskan jasnya lalu meletakkannya di atas sofa. Ia kemudian berdiri di dekat jendela, membelakangi Keira.Keira yang sejak tadi menahan kegelisahan akhirnya tidak tahan. “Alres.”Tidak ada jawaban.Keira mendekat beberapa langkah. “Alres, kamu percaya padaku, kan?”Alres masih diam. Keira kemudian meraih tangan pria itu dan menggenggamnya erat. “Aku Lovely,” ucapnya meyakinkan. “Kamu tahu itu, kan? Aku yang membuat semua desain itu.”Alres perlahan menoleh. Tatapannya jatuh pada tangan Keira yang masih menggenggam tangannya
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-28 Mehr lesen