Alres melangkah maju tanpa ragu, langsung meraih dan menarik pergelangan tangan Alena hingga wanita itu terpaksa berdiri dari kursinya.Regan yang melihat tindakan kasar itu tidak berdiam diri. Dengan sigap, ia menggenggam pergelangan tangan Alena yang satunya lagi, menahan pergerakan Alres. "Lepaskan," ucap Regan tegas, menatap Alres penuh ancaman."Kamu yang lepaskan!" balas Alres tak kalah keras, matanya menyalang penuh amarah.Alena meringis, berusaha memberontak dan melepas cengkeraman erat Alres. "Alres, lepaskan aku! Sakit!"Namun, Alres yang tersulut emosi seolah tuli. "Jadi ini alasanmu tidak ingin kembali padaku? Karena pria ini?""Itu bukan urusanmu!" sahut Alena lantang. "Aku berhak menjalin hubungan dengan pria manapun!""Secepat itu kamu mendapatkan penggantiku?!" bentak Alres, cengkeramannya di tangan Alena makin mengencang akibat amarah yang membakar dadanya.Alena semakin meringis kesakitan, matanya berkaca-kaca menahan nyeri. Melihat raut kesakitan di wajah Alena, Re
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-03 Mehr lesen