Pertanyaan dingin dari Puspa mengendap di udara, melapisi dinding-dinding kos yang lembap dengan atmosfer yang menusuk.Liza tersenyum penuh kebingungan, matanya mengerjap canggung tatkala menangkap panggilan asing dari bibir putri yang dibesarkannya.“Puspa, kenapa kamu memanggil kami seperti itu?” tanya Liza seraya terkekeh cemas, mengusap lehernya yang tidak gatal.Marsya melipat tangan di depan dada, mendengkus lantang tanpa menyembunyikan nada menghina dari intonasinya. “Mungkin Puspa malu, Bu, punya keluarga melarat kayak kita! Sekarang dia sudah jadi orang kaya, hidup bergelimang harta, sementara kita makin miskin dan terlunta-lunta!”“Puspa memang seharusnya malu,” timpal Rusdi, mengangkat dagunya angkuh seolah memegang kendali. “Keadaan kita yang mengenaskan begini cuma makin membuktikan ke sekeliling kalau dia anak durhaka yang sama sekali nggak peduli sama keluarganya sendiri!”Jarren yang duduk di samping Puspa bergulir menata
Última atualização : 2026-10-22 Ler mais