Mulut Puspa mengatup rapat, mengabaikan denyut napasnya sendiri yang mendadak tertahan di pangkal tenggorokan. “Memang Ibu dan Bapak belum tahu kalau Bu Puspa sedang mengandung bayi kembar tiga?” tanya sang dokter spesialis kandungan, mengalihkan pandangannya dari layar monitor untuk menatap Puspa dan Jarren secara bergantian. Dada Puspa bergemuruh hebat. Jantungnya berdetak kian kencang, menghantam rongga dada dengan intensitas yang tak main-main. Dengan leher yang terasa kaku, Puspa perlahan menoleh ke samping, mendapati rahang tegap Jarren yang mengeras akibat rasa terkejut yang sama besarnya. “Dokter yakin anak saya kembar tiga?” cecar Jarren, suara beratnya bergetar tipis, menumpahkan ketidakpercayaan yang membuncah. Dokter paruh baya itu terkekeh pelan seraya mengangguk mantap. “Iya, Pak Jarren, saya sangat yakin. Ini janin pertama, ini yang kedua, dan ini janin ketiga yang posisinya berada tepat di belakang saudara-saudaranya.” Detik itu juga, Puspa menyaksikan perubahan
Última atualização : 2026-10-05 Ler mais