“Aku mempekerjakan kamu bukan untuk melaporkan semuanya pada Puspa,” tukas Jarren cepat, berusaha memotong celotehan asisten pribadinya. Dimas mengulas senyum jenaka tanpa dosa, menyahut santai tanpa rasa takut. “Bapak malu?” Puspa tidak sanggup menahan kekehan tipis saat mendapati rona merah tipis merayap di sekitar telinga dan pipi suaminya. Jarren berdeham keras, membetulkan letak jam tangannya demi menutupi rasa canggung sebelum mengalihkan topik pembicaraan. “Empat babysitter profesional akan datang sebentar lagi, Mpus,” tutur Jarren seraya menatap Puspa lekat-lekat. Puspa mengangguk pelan, menyapu pandangannya ke seluruh sudut rumah yang kini terasa hangat dan hidup. “Terima kasih banyak sudah mempersiapkan semuanya untukku dan anak-anak, Mas.” Jarren menggeleng. Pria itu mengikis jarakdi antara mereka lalu berbisik parau, “Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu, Pus
Last Updated : 2026-11-03 Read more