“Ibu Puspa! Panggilan untuk Ibu Puspa, ayo dibayar utangnya 200 juta!”Puspa yang sedang mengajar di depan kelas, seketika membeku.“Sekali lagi, panggilan untuk Ibu Puspa! Ibu mau ke sini atau–”Pengeras suara yang ada di setiap kelas itu kembali berbunyi, meski sepertinya siapa pun yang berbicara tidak dapat menyelesaikan ucapannya.“Itu tadi panggilan untuk Bu Puspa?”“Kamu dengar nggak? Bu Puspa punya utang 200 juta?”Bisik-bisik dari para siswa mulai terdengar.Belum sempat Puspa mencerna semua yang terjadi, pintu kelas tiba-tiba dibuka dengan kasar.BRAK!“Bu Puspa!” seru Anisa, rekan sesama gurunya dengan napas terengah-engah. “Ada yang cari Ibu. Ayo, Bu, ke ruang guru dulu!”Meski masih bingung dengan apa yang terjadi, Puspa akhirnya menurut.“Sebentar ya, jangan ada yang berisik atau keluar kelas,” pinta Puspa pada para siswa di dalam kelas. “Silakan analisis kasus yang sudah Ibu tulis di papan tulis. Sebelum Ibu kembali, tugas sudah harus ada kemajuan!”Puspa buru-buru merap
Last Updated : 2026-07-06 Read more