Beberapa hari kemudian....Matahari sore mulai condong ke barat ketika BMW hitam Wandi yang baru, berhenti di depan rumah Tina di Bekasi Timur. Langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan, dengan awan-awan tipis yang bergerak lambat seperti kapas yang diwarnai oleh tangan seniman. Angin sore berhembus sepoi-sepoi, membawa bau tanah dan dedaunan kering dari taman kecil di depan rumah. Rumah Tina yang tadinya terlihat hangat dengan lampu-lampu taman yang menyala kuning, kini terlihat lebih sepi, lebih sunyi, seperti kehilangan kehangatannya.Wandi mematikan mesin, melepas sabuk pengaman, lalu menoleh ke belakang. Noval duduk di kursi belakang, tersenyum riang karena tahu akan bertemu dengan Nila. Arini duduk di kursi penumpang depan, memegang tangan Wandi."Rin, aku turun sebentar. Aku mau lihat Nila.""Iya, Wan. Aku tunggu di sini."Wandi membuka pintu, turun, lalu berjalan ke pintu rumah Tina. Di depan pintu, dia melihat Tina berdiri dengan Nila di sampingnya. Tina tersenyum, t
Last Updated : 2026-09-22 Read more