"Noval, ini enak banget," ucap Nila sambil memegang roti bakar."Iya, Nil. Papa dan Mama pasti sudah menyiapkan ini sejak pagi."Mereka berdua tersenyum."Nil, sebelum makan, kita berdoa dulu, ya," ucap Noval."Iya, Noval. Nila juga mau berdoa."Mereka berdua menunduk, menutup mata, dan berdoa bersama."Ya Allah, terima kasih atas makanan yang Engkau berikan kepada kami. Semoga makanan ini memberi kami kekuatan untuk beraktivitas," ucap Noval dengan suara lantang."Dan semoga Mama Nila cepat sembuh," tambah Nila dengan suara pelan."Amin," jawab mereka bersamaan.Noval membuka mata, menatap Nila yang masih menunduk. Dia melihat ada air mata yang mengalir di pipi Nila."Nila, kenapa kamu nangis?" tanya Noval cemas.Nila mengangkat wajah. Matanya yang bulat basah oleh air mata."Noval, Nila sedih. Nila kangen Mama. Nila takut Mama tidak sembuh."Noval meraih tangan Nila. "Nil, Mama Nila pasti sembuh. Papa dan Mama sudah pergi ke rumah sakit. Mereka pasti menjaga Mama Nila.""Tapi Noval,
Last Updated : 2026-09-29 Read more