Arka menghentikan langkahnya tepat di hadapan Gisel dan Tuan Vale. Ia berusaha menyunggingkan senyum, namun di balik itu, matanya menyiratkan kepedihan yang luar biasa dalam. Ia harus terlihat tegar. Ia harus terlihat ikhlas melepas Gisel, meski setiap helaan napasnya terasa seperti menghirup serpihan kaca yang melukai tenggorokannya."Pa," sapa Arka singkat, suaranya sedikit parau namun berusaha ia buat senormal mungkin.Tuan Vale memicingkan mata. Sebagai seorang ayah, instingnya sangat tajam. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang janggal—sebuah ketegangan yang kaku dan dingin di antara anak serta menantunya. Aura di antara mereka bukanlah aura pasangan suami istri yang baru saja melewati badai, melainkan aura dua orang asing yang terpaksa berdiri di satu garis yang sama."Arka, Gisel... Papa tanya sekali lagi, kalian benar-benar baik-baik saja? Papa merasa ada yang disembunyikan di sini," cecar Tuan Vale, matanya bergantian menatap Arka dan Gisel.Gisel menunduk, tangannya secara tida
Last Updated : 2026-08-21 Read more