Keesokan harinya, Arka, Gisel, dan Rania kembali ke kediaman mewah Tuan Vale Anthony untuk merapikan barang bawaan sebelum berkemas ke agenda berikutnya. Suasana rumah besar itu terasa jauh lebih hangat dan hidup saat langkah kaki mereka bertiga memasuki area ruang tamu. Tuan Vale yang sudah menanti di sofa ruang keluarga langsung beranjak berdiri, menyambut cucu kesayangannya dengan rentangan tangan terbuka."Sini sama Kakek, Cucu Cantik!" panggil Tuan Vale dengan wajah berseri-seri. Ia langsung mengangkat Rania ke dalam gendongannya, mengusap lembut kepala bocah kecil yang masih agak mengantuk itu.Di ruang tengah, Paman Timo bersama istrinya, Bibi Juli, sudah duduk menunggu sambil menikmati cangkir teh hangat. Sebuah amplop cokelat tebal berhiaskan pita emas tergeletak rapi di atas meja kaca."Nah, kebetulan sudah pada kumpul semua," ujar Tuan Vale sambil memegang Rania. Ia menunjuk amplop di atas meja dengan dagunya. "Nih, ada hadiah spesial dari Papa dan Paman Timo buat kalian be
Last Updated : 2026-07-24 Read more