Vicktor memang tidak mengenali wajah Amora yang kini jauh berbeda, lebih anggun dan mempesona. Operasi, waktu, dan luka lama telah mengubahnya menjadi sosok baru. Namun, Amora tidak pernah bisa melupakan wajah pria itu—pria yang pernah menghancurkan hidupnya tanpa belas kasihan.“Nona, Nona, Anda baik-baik saja?” Suara Vicktor terdengar jelas, tangannya melambai di depan wajah Amora yang tampak kosong sesaat.Amora tersadar, menarik napas dalam. “Ya, saya baik-baik saja,” jawab Amora akhirnya dengan suara tenang meski hatinya bergetar.“Perkenalkan, nama saya Vicktor Caldwell.” Pria itu mengulurkan tangannya, senyum percaya diri tergambar jelas.Amora menatap uluran itu beberapa detik, lalu menyambutnya dengan senyum tipis. “Salam kenal, Tuan Caldwell. Saya Elisha Guendwarda.”“Panggil saja aku Vicktor,” balasnya cepat, matanya menatap kagum.“Oh, oke.” Amora tersenyum kecil, menahan getir di dadanya. “Vicktor, kau ingin menemaniku minum wine? Anggap saja sebagai ucapan terima kasihku
Last Updated : 2026-07-07 Read more