Roy sempat membuat lelucon konyol hingga Amora, yang sedari tadi terlihat murung, tak kuasa menahan tawa kecil. Walaupun pria itu sering menyebalkan, setidaknya pagi ini Roy berhasil membuat Amora tersenyum lagi.“Kau tahu, Elisha,” ucap Roy tiba-tiba, tatapannya menatap lekat ke wajah gadis itu yang masih menahan tawa, “sepanjang hidupku, baru kau gadis tulus yang aku temukan.”Amora menoleh, alisnya terangkat. “Ah, kau akan membuat lelucon apa lagi, Roy?”“Bukan,” jawab Roy cepat, suaranya lebih dalam kali ini. “Ini bukan lelucon, El. Seumur hidup, aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang wanita.”Tatapan Roy tiba-tiba berubah sendu. Wajah yang tadi menyebalkan, kini berganti jadi muram dan penuh luka yang tak terucap.“Ibumu?” tanya Amora pelan, nada suaranya berubah lembut.Roy menatap tanah, suaranya nyaris seperti bisikan. “Aku tidak tahu, ibuku pergi entah ke mana. Yang aku ingat, sejak kecil, aku hidup hanya berdua bersama kakak laki-lakiku.”“Kau serius?” tanya Am
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-07 Mehr lesen