Di dalam mobil Roy yang melaju pelan di bawah cahaya lampu jalan, Amora terdiam cukup lama. Tatapannya tertuju pada wajah pria di sampingnya, mencoba menebak-nebak siapa sebenarnya Roy, yang seolah mengenal identitas aslinya lebih dalam dari yang ia sendiri pahami.“Elisha, belok ke kiri atau kanan?” tanya Roy tanpa menoleh, matanya fokus ke jalan yang bercabang di depan.Amora tidak menjawab. Tangannya yang terlipat di pangkuan tampak kaku, wajahnya tegang. Roy pun menghela napas berat lalu menepikan mobil ke pinggir jalan.“El, Elisha?” panggilnya lebih keras.Amora tersentak kaget, seolah baru tersadar dari lamunannya. “Ini bukan rumahku, Roy!” katanya cepat, nada suaranya sedikit panik.“Ya, aku tahu,” balas Roy tenang, tangannya masih di kemudi.Amora menatapnya curiga. “Terus kenapa berhenti di sini? Atau jangan-jangan… Roy, aku bisa berteriak kalau kau macam-macam. Cepat lanjutkan perjalananmu!”Roy menatap tajam, rahangnya mengeras. “Sungguh gadis bodoh,” gumamnya pelan tapi c
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-07 Mehr lesen