Roni ingin berhenti, ingin menarik diri, tapi Bu Sri yang sudah tak peduli lagi terus bergerak di atasnya, erangannya semakin keras. Pak Anwar hanya duduk diam, matanya terpaku pada adegan di hadapannya—istrinya yang sedang melayani Roni di sampingnya, tanpa rasa malu, tanpa rasa bersalah. Ia tidak berkata apa-apa, tidak berteriak, tidak marah. Ia hanya tertegun, seperti orang yang bingung harus berbuat apa. Roni mencoba mendorong Bu Sri, tapi wanita itu terus bergerak, semakin liar, semakin cepat. "Bu Sri! Berhenti! Pak Anwar!" bisik Roni panik. Tapi Bu Sri tidak peduli, "Biarkan dia melihat, Ron! Aku sudah tidak peduli lagi!" Anehnya, dalam tatapan Pak Anwar tidak ada amarah, tidak ada teriakan. Hanya tatapan kosong yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang aneh, sulit diartikan. Bu Sri yang masih bergerak di atas Roni, justru tertawa kecil. Matanya menatap suaminya dengan penuh tantangan. "Kau lihat, Pak? Aku benar-benar menikmati ini. Aku belum pernah merasakan kenik
Terakhir Diperbarui : 2026-08-17 Baca selengkapnya