...Bab 72“Bu Dara mendengar saya?” tanya Bu Dewi sambil menoleh.Dara segera memasang senyum manisnya dan mengangguk cepat. “Izin, Bu. Saya mendengarkan semuanya.”Bu Dewi hanya melirik dan kembali menghadap ke depan. Dara jadi merasa tidak enak pada beberapa orang lain yang ikut mencuri pandang ke arah mereka.“Stt, Ve.” Dara menyenggol lengan Vera yang sedang fokus memotong pita. “Ini kita kayak gini sampai jam berapa?” bisiknya.Perempuan itu menggeleng, lelah. “Sampai ratusan souvenir itu kelar dibungkus, Dar. Tanganku aja udah mau patah rasanya,” sahut Vera, dramatis.Sebagai anggota termuda, mereka kebagian terima nasib disuruh ke sana kemari, mengambil ini itu dan mengerjakan lebih banyak pekerjaan disbanding lainnya yang lebih senior.Pukul satu siang, satu per satu ibu-ibu persit mulai izin pulang lebih dulu hingga akhirnya tersisa Vera dan Dara saja.“Maaf, Bu Ryuga Bu Cakra ini nggak apa-apa kalau masih di sini?” basa basi Bu Dewi.Ingin sekali Dara menolak, dia masih
Last Updated : 2026-09-10 Read more