Bram menuangkan wiski ke dalam gelas dengan tangan yang gemetar hebat, lalu meneguknya sekali tandas sebelum menatap pria tua di hadapannya dengan tatapan murka."Gila... kalian semua benar-benar gila!" bentak Bram, meremas gelas wiskinya hingga buku jarinya memutih. "Jadi dokumen di Paris, akta kelahiran, semuanya itu palsu? Kalian merekayasa kematian Kiana lima tahun lalu?"Tirto Hadiwijaya tetap tenang, menyesap tehnya perlahan sebelum meletakkan cangkir itu kembali ke tatakan keramik. "Itu bukan rekayasa tanpa alasan, Bramantya. Di minggu yang sama saat Kiana-mu kecelakaan di Jakarta, putra mahkota saya, Theo, juga mengalami kecelakaan mobil parah bersama istrinya yang asli, Natalia.""Terus apa hubungannya sama Kiana?!" potong Bram, napasnya memburu."Natalia yang asli tewas seketika di tempat kejadian," suara Tirto mendadak memberat, ada kedukaan sekaligus ketegasan di sana. "Theo selamat, tapi dia lumpuh total. Dia depresi berat, kehilangan gairah hidup, dan mencoba bunuh diri
Terakhir Diperbarui : 2026-07-28 Baca selengkapnya