Tawa renyah Natasya masih menyisa di tepi pantai, meski matahari sudah berganti dengan deretan bintang. Angin malam berembus lembut, membawa aroma laut yang menenangkan.Bram berlutut di pasir, menyamakan tingginya dengan Natasya yang sibuk mengoleskan sisa kue ke hidungnya sendiri."Papa, nanti kalau Tasya bobo, Papa hilang lagi nggak?" bisik Natasya polos, jemari kecilnya memegang erat kerah kemeja linen Bram.Hati Bram serasa diremas. Ia merengkuh tubuh mungil itu, mencium pipi gembilnya gemas. "Nggak akan, Sayang. Papa bakal ada di samping Tasya dan Mama. Setiap hari, setiap mau tidur, dan setiap Tasya bangun.""Janji?" Natasya menyodorkan jari kelingkingnya."Janji," sahut Bram mantap, menautkan kelingking besarnya.Kiana yang berdiri tak jauh dari sana menatap pemandangan itu dengan mata berkaca-kaca. Bahagia yang begitu membuncah menyelimuti dadanya."Tante Laura! Om Jeremy!" seru Natasya tiba-tiba saat melihat pasangan itu berjalan mendekat membawa seorang anak laki-laki berus
Terakhir Diperbarui : 2026-08-05 Baca selengkapnya