Di tengah kebingungan dan kepanikan Tarjo akibat bisikan entitas gaib di dalam tubuhnya, Selvi polwan cantik yang duduk di sampingnya menangkap gelagat aneh tersebut. Ia menoleh, memperhatikan raut wajah Tarjo yang tegang dan berkeringat dingin."Kamu baik-baik saja?" tanya Selvi lembut, memecah kecanggungan.Tarjo tersentak pelan. "E-eh, iya Bu Polwan... maaf," sahutnya terbata. Memaksa tersenyum, ia mencoba bersikap seobyektif mungkin. "Hanya masih grogi, Bu. Jujur, baru pertama kali ini saya masuk ke bank..."Ucapan Tarjo memang jujur, namun ia dengan rapat menyembunyikan pergolakan batin yang sebenarnya: tawaran liar dari entitas gaib di dalam tubuhnya yang terus mendesak untuk memikat wanita di sebelahnya.Selvi terkekeh geli melihat kepolosan pemuda desa itu. "Siapa namamu?""E... nama saya Tarjo, Bu.""Oke, Tarjo. Nah, kalau ini namaku. Kamu pasti bisa melihatnya, kan?" Selvi menunjuk jahitan nama yang tersemat di seragam dinas bagian dadanya.Namun, bukan nama itu yang membuat
Última actualización : 2026-08-17 Leer más