Aroma kayu manis yang samar berpadu dengan gurihnya daging domba empuk di atas hamparan purée terung panggang memenuhi ruang makan apartemen Ines malam itu. Hidangan tradisional Turki, Hünkar Beğendi, tersaji dengan cantik di tengah meja. Suasananya hangat dan privat, jauh dari hiruk-pikuk Margaret River Hospital yang biasa menyita seluruh waktuku.Aku menyuap sesendok makanan itu ke dalam mulut. Dagingnya begitu lembut, sementara saus berbahan terung dan bechamel lumer sempurna di lidah.“Kau bisa memasaknya?” tanyaku, menatap Ines yang duduk di seberang meja. Ia memperhatikanku dengan raut cemas.“Aku mencobanya, tentu saja. Aku melihat tutorialnya di You***e, tetapi aku benar-benar tidak yakin dengan rasanya,” jawab Ines jujur. Jemarinya meremas serbet makan dengan gugup.Aku tersenyum lembut, lalu menelan suapan pertama itu.“Ini lezat,” kataku tulus.“Tapi... ini pertama kalinya kau mengundangku dinner seperti ini di apartemenmu. Biasanya kita hanya bertemu di kafe atau di taman,”
Last Updated : 2026-10-08 Read more