Siang itu matahari menyengat tanpa ampun. Baru beberapa menit bekerja, keringat sudah membasahi pelipisku.Aku berjongkok di dekat titik awal saluran. Setelah ujung meteran dipastikan tepat pada posisinya, kuguncang kaleng pilox beberapa kali. Bunyi bola besi di dalamnya berdenting pelan sebelum cat putih menyembur ke permukaan beton.STA 0+150.Tak jauh dariku, seorang rekan perempuan berdiri sambil memegang clipboard dan beberapa lembar formulir. Setiap angka yang kusebut langsung berpindah ke atas kertas lewat ujung bolpoinnya.Menjelang magrib, kami akhirnya kembali ke penginapan."Ini hari keempat, ya.""Benar, Kak. Masih tiga hari lagi.""Desa terakhir apa?""Desa terakhir Desa Anca."Ia terdiam sesaat."Kak Naomi kenal... Erul Mahendra?""Iya.""Seangkatan, ya, Kak?""Benar.""Oh, iya, Kak.""Dia masih jomblo, kok."Aku terkekeh kecil saat mengatakannya. Entah mengapa, aku merasa sudah tahu ke mana arah pertanyaannya.Ia hanya tersenyum tipis. Setelah melepas hijab, ia menggant
Last Updated : 2026-08-04 Read more