"Apa semua sudah berkumpul!" Jam 17.02. Ruang meeting divisi marketing. AC ruangan terasa dingin tapi suasana panas. Alsava berdiri di depan para karyawan, tanpa projector, hanya dia dan 6 nota closing di tangan. Bau keringat plus debu lapangan masih nempel di blazernya.Semua kepala menunduk. Pak Darto dan kepala divisi Bu Rini duduk paling depan, memasang wajah merah padam, antara malu, kalah telak dan rasa kesal karena merasa terkalahkan. “Gimana penjualan bakal berubah kalau pola pikirnya kek kalian semua?!” Suara Alsava datar, bukan teriak, tapi tiap kata terasa menusuk ulu hati. Dia melempar nota ke meja. `BRAAKK!` “Pertama, Kalian tau target turun, tapi jam kerja dipakai nongkrong di warung, main game, ngeluh di grup WA. Dibayar mahal buat jadi lalat yang ngebentur kaca? Udah tau nggak ada celah, malah terus nabrak sampe mati sia-sia. Pakai otaknya!” “Kedua, Cara kalian monoton. Ditolak 1x udah langsung nyerah. Kompetitor unggul kalian langsung menjelekkan produk orang. I
Last Updated : 2026-08-08 Read more