“Tanganmu dingin. Jangan grogi sayang, kamu sudah pernah berhadapan langsung dengan Mama Papa kan?” Ken meraih tangan Alsava untuk ditenangkan. Alsava bukan hanya tegang, dia juga gugup dan tidak percaya diri saat ini. Mereka berdiri tepat di depan pintu rumah megah milik keluarga Baskara. Rumah yang dulu menjadi pijakan pertama Alsava setelah terpuruk dari kegagalan. Malam ini, Ken mendapat undangan dari Mamanya untuk makan malam bersama keluarga. Ken juga diminta mengajak Alsava, karena dia juga sudah bagian dari keluarga Baskara. “Hfh..” Alsava membuang napas sesaknya. Jantungnya masih berdegup tak tenang, makin gemeteran. “Jujur Ken, aku takut membuat malu di meja makan. Atau aku tidak bisa menjadi sesuai ekspektasi mereka,” ujar Alsava jujur. Dua hal itu yang membuatnya seakan tak siap untuk datang ke undangan makan malam kali ini. “Kamu terlalu ribut dengan pikiranmu sendiri Alsava. Kamu mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Sudahlah.. tenangkan hatimu, semua akan bai
Last Updated : 2026-08-29 Read more