“Bagaimana kabarmu manis?” Davin berdiri. Bayangannya tinggi menjulang di dinding kayu. “Pesan itu akhirnya ku kirim juga padamu setelah aku tahu kalau kamu masuk dalam sebuah perangkap.” Alsava terpaku. Dia masih mencerna kata-kata Davin yang barusan diucapkannya. Kenapa kata-kata itu lebih seperti tudingan yang ditujukan untuk Ken! “Ma-maksud Om, perangkap apa?” Alsava menyerngit, tatapannya tajam mencari jawaban. “Masuklah. Kita bicarakan semuanya di dalam.” Davin mengajak Alsava untuk masuk. Alsava mengedar pandangan ke seluruh penjuru hutan pinus, memastikan tak ada orang lain lagi selain mereka. “Kalau Om Davin disini, lalu bayangan orang tadi siapa? Apa orang suruhannya Om Davin?” Alsava bermonolog dalam hati. Seolah mengerti keresahan Alsava, Davin langsung memberi penjelasan. “Tak perlu terlalu waspada Manis, dia adalah orangku yang menunjukkan jalan untukmu.” Manis adalah panggilan Davin untuk Alsava sejak pertama mereka bertemu. Alsava mengangguk, segera mengikut
Last Updated : 2026-09-02 Read more