Sambungan telepon itu terputus. Di dalam kamarnya yang terkunci dari luar, Ibu Ratna menjatuhkan ponsel cadangannya ke atas kasur. Tubuh wanita paruh baya itu bergetar hebat. Air matanya mengalir deras membasahi pipi. Hatinya hancur berkeping-keping mendengar suara anak semata wayangnya, Indra, yang merintih kesakitan dan mengaku rahangnya retak akibat siksaan Wildan."Ya Tuhan … Anakku ... Indra …," isak Ibu Ratna sambil meremas dadanya yang terasa sesak.Rasa sayang yang berlebihan pada Indra benar-benar mengalahkan akal sehatnya. Ia tidak peduli jika anaknya itu memang bersalah. Di mata Ibu Ratna, Indra adalah segalanya. Ia tidak akan membiarkan suaminya, Jenderal Soebroto, menghancurkan masa depan Indra, apalagi membiarkan kuli bengkel seperti Wildan membunuh putranya.Ibu Ratna mengusap air matanya dengan kasar. Wajahnya yang tadi sedih kini berubah menjadi penuh amarah."Aku harus keluar dari sini malam ini juga. Aku harus selamatkan putraku, Indra," gumamnya tegas.Namun ada sa
Last Updated : 2026-08-24 Read more