Maya tidak langsung menjawab. Dia menyeka air mata di pipinya menggunakan punggung tangan dengan terburu-buru, mencoba mengumpulkan kembali harga dirinya yang baru saja diinjak-injak oleh suaminya sendiri. "Kamu udah lihat dan dengar sendiri kan? Jujur, aku capek, Wildan, aku capek hidup begini terus. Tapi, mau gimana lagi, aku harus berjuang, aku nggak mau dicap sebagai istri gak guna. Gak bisa punya anak. Istri mandul ….” Tanpa sadar Maya malah sedikit curhat.Wildan kemudian membuang tisu yang sudah digunakan Maya untuk mengelap air matanya. "Mbak Maya kalau ada apa-apa, bisa cerita ke aku ya. Itupun kalau Mbak Maya udah siap buat cerita. Itung-itung, bisa nenangin Mbak Maya.""Ma-makasih ya, Wildan, tapi aku baik-baik aja, kok, kamu nggak perlu khawatir." Maya coba tersenyum, walau dia masih sesenggukan."Baik aja gimana, Mbak? Mbak Maya jelas-jelas nangis loh ini. Aku juga udah ngeliat gimana Mas Indra perlakuin Mbak Maya tadi, dengan mata kepalaku sendiri. Omongan ibu mertua Mb
最後更新 : 2026-07-10 閱讀更多