Sementara itu, di markas Black Wolf, Wildan sama sekali tidak menyadari bahwa rahasia paling kelamnya telah jatuh ke tangan musuh. Sang penguasa baru ibu kota itu justru sedang menikmati kedamaian bersama Maya.Sore itu, suasana di rumah mewah Wildan terasa sangat tenang. Wildan dan Maya tampak bersantai dengan sangat mesra di teras belakang rumah yang menghadap ke taman luas. Sinar matahari senja yang hangat berwarna keemasan menjadi saksi bisu kemesraan mereka, memberikan jeda ketenangan yang sangat dibutuhkan oleh Maya setelah melewati berbagai rentetan teror mental belakangan ini.Maya menyandarkan kepalanya di dada bidang Wildan, sementara pria itu terus mengusap lembut perut Maya yang mulai membuncit."Udaranya mulai dingin, Sayang. Kamu nggak mau masuk?" bisik Wildan pelan, mengecup puncak kepala wanitanya."Sebentar lagi, Wil. Aku masih mau lihat langit senjanya," jawab Maya sambil tersenyum tulus. Matanya terpejam meresapi angin sore. "Berada di sini sama kamu bikin perasaank
Last Updated : 2026-08-17 Read more