Di dalam mobil, tidak ada yang bicara. Marfa dan Vian saling tatap kemudian menunduk bingung, sedangkan Leo duduk santai di sebelah kemudi seolah tidak tahu apa pun, padahal di acara tadi ia sangat memperhatikan ayahnya. Sampai rumah, Liam menyuruh Ratih untuk menidurkan anak-anak sedangkan Marfa ia suruh untuk istirahat. "Tidur dan istirahatlah, sudah malam," kata Liam sembari berbalik hendak keluar, reflek Marfa meraih tangannya. Wanita itu duduk di tepi ranjang, menahan Liam dengan genggaman tangan dan wajah yang mendongak. "Mas, marah padaku?" tanya Marfa tanpa basa-basi, ekspresinya penuh rasa takut dan cemas. Liam menghela napas, sebelum menjawab ia sempat menatap Marfa cukup lama. "Maaf membuatmu takut," jawab Liam dengan suara rendah, ia mengusap pelan punggung tangan Marfa. "Aku tidak marah, hanya saja tadi terlalu cemas kamu kelelahan." Kening Marfa berkerut, ia menatap Liam dengan perasaan yang rumit antara percaya dan tidak percaya dengan alasan Liam yang sesed
Huling Na-update : 2026-10-12 Magbasa pa