Liam bukan seseorang yang mudah diajak mengobrol, apalagi dengan tema di luar dari pekerjaannya saat bertugas menjadi seorang dokter, tentu saja keinginan Angger itu terbilang cukup berani. "Anda anak Pak Rusdi kan? Kebetulan saya rekan bisnis beliau--" "Kalau bukan urusan medis, itu berarti tidak ada kaitannya dengan tugas saya sebagai dokter," potong Liam cepat saat mendengar apa maksud Angger. Ia sempat tegang saat menyangka Angger akan bertanya soal Marfa. Ternyata, lelaki itu justru menanyakan hal di luar dari tebakan Liam. "Saat ini masih jam praktik, akan lebih baik jika Anda tidak menahan saya sekarang," lanjut Liam tanpa basa-basi. Kalimat Liam bisa Angger mengerti, pemuda itu tidak lagi berharap untuk bisa menyita sedikit waktu Liam untuk mengobrol. Mungkin lain kali di luar jam kerja ia bisa membuat janji temu. Angger menghela napas, menurutnya sikap Rusdi masih jauh lebih ramah ketimbang Liam. Padahal awalnya Angger pikir mengobrol dengan yang lebih muda akan lebih m
Last Updated : 2026-09-16 Read more