Vian mengangguk polos. "Iya, Om Tyo. Nama Mamaku, Mama Marfa."Belum sempat Tyo mencerna rasa kagetnya, pengeras suara mall berbunyi. Petugas keamanan menyampaikan pengumuman tentang anak hilang bernama Vian. Tyo tersadar dari lamunannya. Tanpa membuang waktu, ia bergegas menggendong Vian menuju pos keamanan terdekat.Setibanya di sana, Tyo mendudukkan Vian di kursi tunggu. Petugas yang berjaga langsung menghubungi Marfa melalui radio panggil.Di saat bersamaan, perasaan Tyo mendadak campur aduk. Nama Marfa terus berputar di kepalanya, memancing gejolak emosi yang belum siap ia hadapi."Vian, Om izin pergi dulu, ya. Kamu tunggu di sini sama Pak Satpam, sebentar lagi Mamamu datang," bisik Tyo lembut seraya mengusap kepala Vian."Kok, Om Tyo pergi? Tidak mau ketemu Mama?" tanya Vian polos."Om ada urusan mendadak. Kamu anak pintar, tetap tunggu di sini, ya," jawab Tyo dengan senyum tipis. "Lain kali, kita mungkin akan bertemu lagi. Sampai jumpa."Ia lalu berbalik dan bergegas per
Last Updated : 2026-09-08 Read more