Mendengar pertanyaan sensitif itu dari Davian, Rowan membuka matanya. Ia menatap tajam sekretarisnya itu dengan pandangan yang dingin. Davian yang merasa suasana mendadak tegang langsung menarik langkahnya mundur. “Kalau begitu, saya pamit dulu, Pak.” Tidak lama setelah Davian pergi, perias dan penata gaya keluar dari kamar. Mereka langsung menghampiri Rowan yang masih duduk tenang di sofa ruang tamu. “Pak Rowan, riasannya sudah selesai,” ucap penata rias dengan gugup. Rowan yang sejak tadi melihat layar ponselnya langsung menoleh menatap mereka. “Kalian sudah bisa pergi sekarang.” Mendengar itu, mereka berdua langsung bergegas merapikan peralatan kosmetik dan berjalan keluar dari kamar.Setelah mereka pergi, Rowan berdiri dan melangkah menuju kamar tidur. Di sana, ia melihat Diana sedang membungkuk, bersusah payah memakai sepatu heels lama miliknya. Mendengar suara langkah kaki, Diana menoleh. “Aku tidak suka pendampingku malam ini masih memakai barang yang sama, sementara gaun
Dernière mise à jour : 2026-08-15 Read More