Diana mengangguk polos. Perempuan itu sama sekali tidak mengingat kejadian semalam. Namun, matanya menangkap sedikit perubahan pada sorot mata pria itu, seperti ada kilatan kecewa karena Diana melupakan sesuatu.“Apa aku melewatkan sesuatu?” tanya Diana akhirnya, bingung.Rowan semakin membungkukkan tubuhnya, mengikis jarak hingga wajah mereka sangat dekat. Tangan pria itu bergerak naik, mendarat di atas kepala Diana.“Kamu pasti sudah lapar,” ujar Rowan.Pria itu menarik dirinya lalu berdiri tegak. “Saya tidak bisa menemanimu makan. Setengah jam lagi saya harus pergi ke kantor.”Walau berkata demikian, tangan kokohnya masih tertinggal di atas kepala Diana, perlahan mengelus rambut perempuan itu dengan lembut. Mendapatkan sentuhan itu, Diana menurunkan pandangannya.“Aku bisa pulang sendiri, kamu pergi saja,” sahut Diana.“Makanannya sudah ada di meja,” kata Rowan.Diana mendesah pelan. “Rowan, sekali lagi terima kasih.”Pria itu hanya menganggukkan kepala. Setelah itu, Diana meninggal
Dernière mise à jour : 2026-08-23 Read More