Sekitar jam tujuh malam, Diana baru saja kembali ke rumah menggunakan taxi. Baru saja ia hendak menginjakkan kaki di teras, suara yang familiar terdengar memanggil namanya. Sontak Diana menoleh ke belakang.Rowan berdiri di depan teras rumahnya membawa sebuah tas makanan dan menyerahkannya pada Diana. Diana menatap tas itu, lalu pandangannya beralih pada Rowan yang kini berdiri di depannya.“Untukmu.”“Rowan, kamu terus—”Belum selesai melanjutkan ucapannya, Rowan sudah lebih dulu meraih tangan Diana mengepalkan bingkisan itu di tangannya. Setelah itu dia pergi begitu saja tanpa sepatah kata.Diana mendesah pelan, seraya memperhatikan punggungnya yang sudah menghilang masuk ke dalam rumah sebelah.“Ciyee, Bu Diana.”Suara itu berhasil mengejutkannya. Pria kisaran usia 40 tahun ke atas, tetangga rumah depannya, saat ini berdiri di depan teras rumah menatap Diana.“Eh, Pak,” sapa Diana.“Enak banget jadi Bu Diana, pulang kerja ada yang antar makan Bu.”Diana tersenyum kecil, dan mendada
Dernière mise à jour : 2026-08-18 Read More