Diana menatap layar ponselnya dengan napas yang mendadak tertahan. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena mengkhawatirkan keselamatan ibunya, melainkan karena rasa malu dan amarah yang seketika membumbung tinggi.Ancaman Widya kemarin malam ternyata bukan sekadar gertakan samata. Ibunya itu benar-benar nekat mendatangi Sinclair Tower dan membuat keributan di sana.“Bu Diana? Ada apa?” tanya Nina yang menyadari perubahan drastis pada wajah atasannya yang mendadak pucat.Diana tidak langsung menjawab. Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba meredam emosinya.“Nina, saya harus pergi keluar sebentar. Tolong pantau toko dan selesaikan pesanan bunga papan untuk hotel sore ini, ya,” ucap Diana dengan nada suara tetap tenang. “Baik, Bu,” sahut Nina cepat, meski matanya masih menyiratkan rasa cemas.Diana mengambil tas dan kunci mobilnya, lalu melangkah keluar dari toko bunga. Sepanjang perjalanan, pikira
Last Updated : 2026-09-01 Read more