Mendengar suara manja yang familier itu, amarah yang sejak tadi menguasai dada Diana seketika lenyap. Kilatan kekesalan di wajahnya mendadak runtuh.Diana memalingkan wajahnya dari Rowan, menggeser pandangannya pada Revan yang kini berdiri di samping pria itu. Bocah itu tersenyum dengan mata berbinar, lalu langsung berlari kencang ke arah Diana.Diana menepis egonya sendiri. Ia langsung berlutut untuk menyamakan tinggi badannya dengan bocah itu. Kedua tangannya terangkat lebar, segera mendekap tubuh kecilnya.“Revan,” panggil Diana, nada suaranya mendadak berubah menjadi sangat lembut dan hangat.Tubuh mungil itu tenggelam dalam pelukan Diana. Revan memeluk leher Diana dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di sana tanpa mau melepaskannya.“Ibu... Bian merindukan Ibu,” ucap Revan, suaranya terdengar sedikit bergetar setelah tiga hari memendam rindu. “Kenapa Ibu tidak pernah datang lagi ke rumah? Apa Ibu sudah tidak menginginkanku lagi?” lanjut Revan, suaranya mendadak terdengar sa
Last Updated : 2026-09-10 Read more