"Kau pikir, aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan di balik tirai istana ini, Tuan Long Feng?" suara Zi Han memecah keheningan Paviliun Barat, dingin dan menusuk. Langkah kakinya gontai, namun matanya menatap tajam sosok lelaki paruh baya di hadapannya. Paviliun Barat yang terisolasi dan remang kini terasa semakin menyempit, terhalang oleh udara busuk kepalsuan. Long Feng terkekeh lunak, "Aku tidak mengerti apa maksudmu, Permaisuri. Kau terlalu paranoid." "Jaga mulutmu," sela Zi Han cepat, menatap tajam tanpa berkedip. "Sejak awal, aku sudah curiga. Bukan selir-selir muda itu yang merancang kejatuhanku, melainkan kau, Perdana Menteri yang terhormat. Kau yang paling menginginkan diriku hancur dan lenyap dari istana ini, bukan?" Mendengar tuduhan mendadak itu, Long Feng mendongak, lalu tertawa bergelak. Suara tawanya bergema samar di dinding-dinding kayu Paviliun Barat. "Tuduhan yang sangat menarik, Permaisuri. Namun sayang sekali, kau tidak punya bukti apa pun. Menuduh seora
Last Updated : 2026-09-30 Read more