Share

Api Cemburu

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-10-08 19:30:06

"Tuduhan konyol apa lagi ini, Zhao Jun?!" pekik Zi Han berbisik, berusaha memutar tubuhnya meski remasan di pinggangnya kian mengikat ketat. "Lepaskan aku! Aku tidak sedang menikmati tubuh siapa pun! Aku hanya sedang memperhatikan teknik latihan para prajurit!"

Zhao Jun tidak melonggarkan cengkeramannya sedikit pun. Wajahnya terangkat sedikit, menyunggingkan senyum miring yang sarat akan dominasi dan rasa cemburu yang membakar.

"Teknik latihan?" desis Zhao Jun rendah tepat di depan telinga Zi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Api Cemburu

    "Tuduhan konyol apa lagi ini, Zhao Jun?!" pekik Zi Han berbisik, berusaha memutar tubuhnya meski remasan di pinggangnya kian mengikat ketat. "Lepaskan aku! Aku tidak sedang menikmati tubuh siapa pun! Aku hanya sedang memperhatikan teknik latihan para prajurit!" Zhao Jun tidak melonggarkan cengkeramannya sedikit pun. Wajahnya terangkat sedikit, menyunggingkan senyum miring yang sarat akan dominasi dan rasa cemburu yang membakar. "Teknik latihan?" desis Zhao Jun rendah tepat di depan telinga Zi Han, menghembuskan napas hangat yang membuat bulu kuduk wanita itu meremang. "Teknik latihan mana yang membuatmu berdehem dan menggumamkan nama Jenderal Han, Permaisuriku? Jadi... ini alasan kau selalu menolakku dan bersikap dingin padaku? Karena kau sudah memiliki pria idaman lain di hatimu?" "Jangan asal bicara!" bentak Zi Han dengan wajah memerah tahan malu. "Aku tidak pernah mengidamkan siapa pun! Otakmu itu memang selalu dipenuhi prasangka aneh!" Zhao Jun makin mengikis jarak di antara m

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Pesona di Lapangan Pelatihan

    "Apakah ada di antara mereka yang menunjukkan gelagat aneh, Jenderal?" bisik Zhao Jun dengan suara amat rendah dari balik celah tirai Paviliun Pertemuan. Mata tajam kaisar muda itu tak henti-hentinya menyapu barisan para pejabat yang sedang melintas di halaman depan. Di sampingnya, Jenderal Han berdiri tegap dengan pandangan lurus ke arah para menteri yang saling menyapa sebelum memasuki aula utama. "Hamba sudah memperhatikan sejak fajar, Yang Mulia," sahut Jenderal Han berbisik. "Menteri Hukum, Menteri Keuangan, hingga sekutu terdekat Long Feng... tidak ada satu pun dari mereka yang memegangi bahu kanannya atau tampak meringis kesakitan. Semua melangkah dengan normal." Zhao Jun mengepalkan tangannya di balik jubah naga kebesarannya. "Anak panahku malam tadi menancap sangat dalam di bahu kanan penunggang kuda itu. Tidak mungkin luka sebesar itu bisa sembuh hanya dalam beberapa jam. Mungkinkah salah satu dari mereka sedang berpura-pura tahan sakit untuk menutupi jejaknya?" "Kemungk

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Jejak Yang Menghilang

    "Kembalikan peti itu ke tempatnya semula, Yang Mulia... sebelum Selir Yao Xian terbangun," bisik Jenderal Han yang mendadak muncul dari balik tirai jendela tanpa suara, membuat Zhao Jun hampir menyambar hulu pedangnya. Zhao Jun menghentikan jemarinya yang mengepal keras di atas botol porselen. Matanya memicing tajam pada sang jenderal yang kini merapat di kegelapan sudut kamar Yao Xian. "Jenderal Han?" desis Zhao Jun seraya menyumbat kembali botol beracun itu dengan rapi. "Bagaimana bisa kau ada di tempat ini?" "Hamba terus mengikuti pergerakan Yang Mulia sejak keluar dari Paviliun Utama," jawab Jenderal Han seraya mengamati wajah Selir Yao Xian yang masih tertidur lelah di atas ranjang. "Hamba tahu Yang Mulia tidak akan pernah menyerah begitu saja pada kebohongan para menteri di Aula Agung tadi pagi." Zhao Jun menarik napas panjang, menahan gelombang amarah yang hampir meledak di dadanya. Dengan gerakan amat pelan, ia memasukkan dua botol kosong yang paling kuat aroma racunnya ke

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Rencana Tersembunyi Kaisar

    "Kau pikir maafmu bisa mengembalikan keadilan yang kau hancurkan di Aula Agung tadi, Zhao Jun?!" bentak Zi Han dengan suara bergetar, membalikkan badannya membelakangi sang kaisar yang berdiri mematung di ambang pintu Paviliun Utama. Zhao Jun melangkah mendekat, mencoba menggapai jemari Zi Han yang menegang rapat. "Zi Han, dengarkan aku dulu. Jika aku memaksakan eksekusi mati Long Feng tanpa bukti fisik yang sah saat seluruh selir berbohong, dewan menteri akan menganggap kekaisaran ini dipimpin oleh tirani yang buta. Aku melakukan ini untuk mengulur waktu—" "Mengulur waktu untuk memberi kesempatan pada iblis-iblis itu menyusun rencana baru?!" potong Zi Han cepat, menepis kasar tangan Zhao Jun sebelum pria itu sempat menyentuhnya. Matanya memancarkan amarah yang bercampur dengan rasa kecewa yang amat mendalam. "Aku tidak butuh penjelasan politikmu! Keluar dari sini, Zhao Jun. Pergi!" "Zi Han—" "Kubilang pergi!" jerit Zi Han seraya menunjuk lurus ke arah pintu luar. "Sana temui seli

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Keraguan di Atas Singgasana

    "Jadi... kau sedang menyuruhku memanggil tabib untuk memeriksa jiwa Permaisuri Agung kekaisaran ini, Yao Xian?" suara Zhao Jun bergema rendah, penuh kepungan dingin yang menusuk tulang. Selir Yao Xian makin menundukkan kepalanya, menyatukan jemarinya di atas lantai marmer seraya terisak pelan. "Hamba tidak bermaksud merendahkan Permaisuri, Yang Mulia. Hamba hanya prihatin. Sejak sembuh dari sakit berat itu, beliau banyak berubah. Beliau menjadi sangat curiga, agresif, dan kini... menuduh hal yang tidak pernah terjadi di istana belakang." "Cukup, Yao Xian!" bentak Zi Han dengan mata membelalak penuh amarah. Tangannya mengepal rapat di sisi tubuhnya. "Sandiwara murahanmu ini sungguh menjijikkan! Kau membungkam mulut para selir dalam semalam, lalu sekarang berlagak menjadi korban yang prihatin?!" Menteri Hukum langsung mengambil langkah maju, membungkuk dalam dengan raut wajah penuh penekanan. "Yang Mulia Permaisuri Agung! Mohon jaga wibawa Anda di Aula Agung ini! Kesaksian puluhan se

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Kesaksian Para Selir

    "Ampuni hamba yang hina ini, Yang Mulia Kaisar..." Suara Selir Mei bergetar lembut saat ia bersujud di lantai marmer Aula Agung yang dingin. "Hamba sungguh tidak pernah melihat atau bertemu dengan Perdana Menteri Long Feng di kediaman istana belakang, apalagi keluar dari kamar hamba di tengah malam." Pernyataan itu bergaung nyaring di seluruh Aula Agung, disambut bisik-bisik riuh dari puluhan menteri yang berdiri berbaris di sepanjang lorong. Di atas takhta naga, Zhao Jun memicingkan matanya tajam. Aura dingin menyengat memancar dari tubuhnya, membuat para penjaga di sekelilingnya menahan napas. Di sampingnya, Zi Han berdiri tegap dengan jubah kebesaran phoenix. Wajahnya yang semula tenang perlahan mengeras, matanya menatap Selir Mei dari atas tangga takhta dengan picingan penuh kecurigaan. "Kau yakin dengan ucapanmu, Selir Mei?" potong Zi Han dengan suara yang dingin dan tegas, melangkah satu tapak ke depan. "Ingat di mana kau berdiri saat ini. Kau berada di bawah sumpah kekaisara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status