"Bisakah kau berhenti berkeliaran seperti harimau terluka, Zhao Jun? Suara langkah kakimu membuat kepalaku mau pecah," gumam Zi Han seraya melepaskan satu per satu tusuk konde emas dari sanggulnya, membiarkan rambut hitam legamnya terurai bebas melewati bahu. Di Paviliun Utama yang hangat dan semerbak wewangian kayu cendana, Zhao Jun sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan tenang. Pria itu terus berjalan bolak-balik di hadapan meja rias permaisurinya, jubah naga mewahnya sedikit terlepas di bagian dada, memperlihatkan napasnya yang masih memburu. "Berhenti berkeliaran?" Zhao Jun bersedakap, matanya menatap tajam pantulan Zi Han di cermin perunggu. "Bagaimana aku bisa tenang, Zi Han?! Kau mempermainkan nyawamu sendiri di depan puluhan pejabat! Kau pura-pura keracunan, membuat seluruh istana panik, dan kau mengharapkanku duduk diam menyantap hidangan seolah tidak terjadi apa-apa?" Zi Han memutar bola matanya malas. Ia menuang air hangat ke cawan porselen, meminumnya perlaha
Last Updated : 2026-09-21 Read more