Share

Janji?!

Author: Nona Lee
last update publish date: 2026-09-17 07:22:31

"Dia... dia ingin membunuhku! Orang itu bersiap memotong leherku, Zhao Jun!"

Tanpa memikirkan gengsi atau sisa-sisa amarahnya, Zi Han langsung refleks melingkarkan kedua tangannya, memeluk erat tubuh Zhao Jun yang duduk di tepi ranjang. Suaranya bergetar hebat, dan jemarinya meremas kain jubah sutra sang kaisar begitu kuat. Napas Zi Han memburu di balik dada Zhao Jun, menyalurkan rasa takut yang teramat sangat atas trauma visual yang baru saja menghantamnya.

"Seseorang berjubah merah... dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Halusinasi

    "Kau sudah gila, Zhao Jun?!" pekik Zi Han, matanya membelalak tak percaya menatap pria yang berdiri beberapa langkah di hadapannya. Paviliun Utama mendadak mendingin. Lampu-lampu minyak di sudut ruangan meliuk-liuk tertiup angin malam yang menerobos masuk dari pintu yang terbuka lebar. Zi Han memegang ujung selimutnya erat-erat, berdiri menantang kaisar yang kini menatapnya seolah ia adalah makhluk paling hina di muka bumi. "Aku gila?" Zhao Jun terkekeh sinis, sebuah tawa dingin yang terdengar begitu asing dan menyakitkan. Pria itu menutupi hidung dan mulutnya dengan lengan baju mewahnya, berusaha menghalau bau busuk imajiner yang terus membakar saraf penciumannya akibat pengaruh racun Gharba Maha. "Mungkin aku memang gila karena selama ini membiarkan wanita menjijikkan sepertimu tinggal di kediaman utamaku!" bentak Zhao Jun, suaranya menggelegar menembus sunyinya malam. "Lihat dirimu! Kulitmu, wajahmu, bahkan aromamu... membuat perutku mual! Aku tidak tahu sihir apa yang kau gunak

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Ramuan Rahasia

    "Serahkan ramuan itu padaku, Long Feng!" cetus Yao Xian seraya mendorong pintu kayu kamar sang perdana menteri hingga terbuka lebar, napasnya memburu di balik keremangan lampu minyak. Perdana Menteri Long Feng yang sedang duduk santai menyesap teh panasnya hanya terkekeh pelan. Pria tua itu meletakkan cangkirnya, lalu menyandarkan tubuhnya pada kursi kayu jati carved yang megah. Matanya berkilat licik mengamati wajah selir muda yang tampak frustrasi di hadapannya. "Mengapa terburu-buru, Selir Yao Xian?" tanya Long Feng dengan suara serak yang memuakkan. "Di mana sopan santunmu sebagai wanita terhormat istana?" Yao Xian melangkah mendekat, matanya menatap tajam sebuah botol porselen kecil berwarna hitam yang tergeletak manis di atas meja kerja sang menteri. "Aku tidak punya waktu untuk basa-basi! Kau bilang kau punya ramuan yang bisa membuat Kaisar membenci Zi Han selamanya. Berikan itu padaku!" Ketika tangan Yao Xian terulur hendak menyambar botol porselen itu, jemari keriput

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Tukar Dengan Tubuhmu

    "Harganya sangat sederhana, Selir Yao Xian," bisik Long Feng, senyum di bibirnya makin melebar hingga memperlihatkan deretan giginya yang tampak menyeramkan di balik kegelapan. "Bayarlah ramuan itu dengan tubuh molekmu." Setelah membisikkan kalimat beracun itu, Perdana Menteri Long Feng menepuk bahu sang selir pelan, lalu berbalik dan melangkah pergi tanpa memedulikan wanita di belakangnya. Mendengar ucapan pria tua itu, tubuh Yao Xian seketika membeku. Darahnya serasa berhenti mengalir. Sensasi merinding yang teramat luar biasa menyerang seluruh permukaan kulitnya. "Menjijikkan... Sungguh menjijikkan!" bisik Yao Xian dengan napas memburu. Jemarinya refleks mengusap-usap kedua tangannya dan meraba pakaiannya sendiri seolah-olah ada noda kotor yang baru saja menempel di tubuhnya. Rasanya benar-benar ingin muntah. Bagaimana mungkin seorang menteri tua bangka yang sudah berkepala lima berani meminta hal serendah itu padanya? Ia adalah Selir Agung Kesayangan Kekaisaran, wanita pal

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Ingin Di Perhatikan

    "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya seorang suami lakukan, Zi Han," ujar Zhao Jun dengan santainya, mengumbar senyum tipis seraya menunduk mengambil gumpalan surat sutra yang sempat mengenai kepalanya. "Apakah menunjukkan rasa perhatian pada istri sendiri adalah sebuah kesalahan?" Zi Han tertawa hambar, geleng-geleng kepala melihat tingkah pria di hadapannya yang bertolak belakang dari biasanya. "Melakukan apa yang suami lakukan?" cetus Zi Han sinis, melipat kedua tangannya di depan dada. "Ini adalah hal paling konyol yang pernah kulihat seumur hidupku! Berhentilah mengirimkan rangkaian bunga tidak berguna itu ke kamarku, dan demi langit, berhentilah menulis surat-surat menggelikan seperti ini!" Zhao Jun mengerutkan alisnya, tampak heran melihat respons keras permaisurinya. Ia melangkah maju dua ketuk, memangkas jarak di antara mereka hingga Zi Han bisa mencium aroma kayu cendana yang khas dari tubuh sang kaisar. "Mengapa kau begitu marah, Zi Han?" tanya Zhao Jun, suarany

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Sikap Yang Menggelikan

    "Hentikan, Zhao Jun, aku mohon, hentikan," rintih Zi Han, suaranya terdengar begitu bergetar dan parau di tengah kegelapan kamar yang sunyi. Gurat kebingungan dan rasa frustrasi membakar dada Zi Han saat ini. Sebagai seorang dokter forensik dari dunia modern, akal sehat dan jiwanya menolak keras untuk disentuh oleh pria yang tidak ia cintai. Namun sialnya, raga Permaisuri Zi yang ia huni saat ini justru berkhianat. Tubuh ini menyimpan ingatan fisik yang teramat dalam akan sosok sang kaisar, merespons setiap usapan dan sentuhan hangat Zhao Jun dengan getaran yang begitu hebat. Sekuat apa pun jiwa aslinya menolak, raga ini seolah begitu mendambakan keberadaan sang suami, menyerap setiap sensasi dengan kepasrahan yang menyiksa. Zhao Jun yang sedang menghisap puncak dada wanita itu seketika menghentikan kegiatannya. Sensasi dingin mendadak menyergap lehernya saat mendengar nada nada ketakutan dan rintihan pilu tersebut. Kaisar muda itu perlahan menegakkan tubuhnya, menatap lekat wajah

  • Mengubah Takdir: Permaisuri Zi, Kaisar Mencintaimu!   Kau Menyukainya, kan?

    "Bisakah kau berhenti berkeliaran seperti harimau terluka, Zhao Jun? Suara langkah kakimu membuat kepalaku mau pecah," gumam Zi Han seraya melepaskan satu per satu tusuk konde emas dari sanggulnya, membiarkan rambut hitam legamnya terurai bebas melewati bahu. Di Paviliun Utama yang hangat dan semerbak wewangian kayu cendana, Zhao Jun sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan tenang. Pria itu terus berjalan bolak-balik di hadapan meja rias permaisurinya, jubah naga mewahnya sedikit terlepas di bagian dada, memperlihatkan napasnya yang masih memburu. "Berhenti berkeliaran?" Zhao Jun bersedakap, matanya menatap tajam pantulan Zi Han di cermin perunggu. "Bagaimana aku bisa tenang, Zi Han?! Kau mempermainkan nyawamu sendiri di depan puluhan pejabat! Kau pura-pura keracunan, membuat seluruh istana panik, dan kau mengharapkanku duduk diam menyantap hidangan seolah tidak terjadi apa-apa?" Zi Han memutar bola matanya malas. Ia menuang air hangat ke cawan porselen, meminumnya perlaha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status