"Masalah apa? Katakan yang jelas, jangan berbelit-belit!" bisik Zhao Jun dengan nada tegas, mengisyaratkan para pengawalnya untuk tetap waspada. "P-putri hamba, Yang Mulia," tangis wanita tua itu pecah, tangannya yang gemetar masih menunjuk ke arah gubuk reot di ujung jalan. "Dia kesakitan sejak semalam, merintih tanpa henti. Hamba mohon, selamatkan dia!" Zhao Jun menghela napas pelan, lalu menoleh ke arah rombongan tabib kerajaan yang berdiri di belakangnya. "Kalian berdua, pergi bersama wanita ini dan periksa putrinya. Berikan pengobatan yang diperlukan." "Baik, Yang Mulia," sahut salah satu tabib senior seraya membungkuk hormat. Namun, sebelum para tabib itu melangkah, Zi Han maju satu langkah, menatap Zhao Jun dengan binar mata memohon. "Zhao Jun, bisakah aku ikut bersama mereka?" Zhao Jun menaikkan sebelah alisnya, menatap permaisurinya dengan dahi berkerut. "Untuk apa kau ikut? Tempat itu kotor dan membahayakan keselamatanmu. Biarkan para tabib saja yang mengurusnya."
Last Updated : 2026-09-27 Read more