Kalimat Luna terhenti di tengah, matanya menerawang mencari kata yang tepat. "Aduh, gimana ya, lanjutannya.""Coba lagi, Non. Pelan-pelan aja."Luna mengulang lagi dari awal, kali ini dengan kalimat yang berbeda, tapi tetap saja terhenti di bagian tengah, seolah setiap kali dia mencoba menjelaskan soal anak, ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya.Tara menunggu dengan sabar setiap kali itu terjadi, tidak pernah menyela atau buru-buru menawarkan jawaban, membiarkan Luna menemukan sendiri kata-katanya.Setelah beberapa kali percobaan, Luna akhirnya berhenti total, bahunya seketika melorot lemas. Ekspresinya juga berubah."Tara, kenapa ya, aku masih aja bertahan di pernikahan ini? Padahal Mas Alvin udah enam bulan nggak pulang dan lebih memilih Mbak Clarissa sebagai istri pertama. Aku… aku… aku kayak istri yang terbuang gitu."Pertanyaan itu keluar begitu saja, terdengar seperti pertanyaan yang sudah lama dia simpan tapi baru berani diucapkan malam itu.Luna menunduk, menatap kedu
Last Updated : 2026-08-29 Read more