Home / Mafia / Penawar Sang Boss Mafia / 35. Sel Bawah Tanah

Share

35. Sel Bawah Tanah

Author: MyMelody
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-21 21:29:39

"Gunakan pisaumu, Selena!" seru Don di tengah deru napasnya yang memburu. Selena yang panik karena kegelapan dan bunyi tembakan tadi, berusaha untuk mengumpulkan keberaniannya kembali.

“Lakukan sekarang, Piccola!” Don yang masih terus memberikan pukulan membabi-buta, semakin cemas kalau sampai terjadi sesuatu pada wanita miliknya.

Di detik yang sama, Selena tiba-tiba merasakan hembusan napas asing dan hangat tepat di belakang lehernya. Sebuah lengan tebal berkulit kasar melilit lehernya dari
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Penawar Sang Boss Mafia   Bab 103. Sup Daging

    Tak sampai tiga puluh menit, pintu suite kembali diketok pelan. Dua pelayan koki berbusana putih bersih masuk membawakan nampan perak berisi mangkuk porselen berukir emas."Masuk!" perintah anak buah Don yang bertugas di depan pintu. Kepulan uap sup daging sapi hangat beraroma rempah segar dan kaldu kental seketika merebak, mengikis sisa-sisa bau tegang pasca-diseretnya Valerie dari sana. Marco sendiri belum terlihat batang hidung."Terima kasih, ditaruh di meja saja," ujar Selena lembut.Begitu sup itu diletakkan di depannya, Selena yang sudah tidak sabar dari tadi langsung mengulurkan tangan mengambil sendok perak di samping mangkuk.Namun, sebelum jemari Selena menyentuh gagang sendok, sebuah tangan kekar bergerak secepat kilat menyambar alat makan tersebut.Don menarik nampan perak itu mendekati dirinya, menatap mangkuk sup yang masih mengepul dengan pandangan tajam bagaikan sedang memeriksa bom aktif.Selena menaikkan sebelah alisnya, melipat kedua lengan di bawah dada. "Don? It

  • Penawar Sang Boss Mafia   102. Pingsan

    Wajah Valerie sedikit membeku. "Oh, itu, emm, itu khusus untuk ibu hamil, Selena. Aku tidak perlu minum karena aku kan tidak hamil.""Apoteker Swiss pasti cuma memakai bahan herbal alami, kan?" pangkas Selena datar seraya menatap Valerie tanpa berkedip."Tentu saja!""Makanya, tidak mungkin ada bahan berbahaya di dalam ramuan murni untuk penerus klan.""Selena, masa kau tak percaya padaku. Aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk penerus klan Mackenzie. Semua bahannya ada di kertas petunjuk.""Really? Memang ada di kertas petunjuk. Tapi aku yakin pasti ada campuran lain yang lupa kau sebutkan."Don yang menangkap perubahan nada suara Selena seketika berdiri. Insting kewaspadaan dalam tubuhnya langsung meyala. Don melangkah mendekat dan berdiri tepat di samping Selena, menatap Valerie bagaikan iblis yang siap mencabut nyawa."Ke-kenapa kau bicara begitu, Selena?" cicit Valerie, langkah kakinya refleks mundur satu langkah saat melihat tatapan Don. "Aku berniat baik!""Kalau berniat

  • Penawar Sang Boss Mafia   101. Teh Herbal

    "Aku baik-baik saja, Don!"Selena menarik napas panjang. Wajahnya yang cantik tidak bisa menyembunyikan kejenuhan yang sedang melandanya."Siapa yang bilang?" tanya Don masih tak terpengaruh dengan kekesalan Selena."Don, ini sudah dokter ketiga hari ini," gerutu Selena seraya menyilangkan tangan di dada, mengenakan gaun katun longgar yang amat nyaman."Jangan banyak protes, Piccola.""Aku cuma mual pagi hari, bukan kena infeksi virus mematikan."Suasana di balkon lantai atas penthouse Milan sore itu begitu hangat, Di hadapan Selena, tiga dokter spesialis kandungan dan lima pengawal bertubuh kekar berdiri kaku.Sementara Don duduk tenang di kursi santai seraya membolak-balik berkas medis Selena dengan kacamata bacanya."Dengar, Piccola. Bagi dunia luar kau cuma mual," sahut Don tanpa mengalihkan pandangan dari kertas di tangannya."Ya, ya," balas Selena dengan bibir manyum."Tapi bagi musuh-musuhku, kau sedang membawa generasi penerus klan. Satu goresan kecil saja di kulitmu, aku bisa

  • Penawar Sang Boss Mafia   100. Ular Betina

    Pagi hari di Milan menyapa dengan udara sejuk. Saat Selena terbangun dari tidur lelapnya, sisi ranjang di sebelahnya sudah dingin dan kosong. Don tidak ada di kamar."Ke mana perginya si Don?" gumam Selena mengernyitkan dahi, menyapu pandangannya ke sekeliling suite. Karena tidak menemukan Don, Selena memutuskan untuk ke kamar mandi terlebih dahulu.Dengan tubuh yang masih lelah karena habis digempur Don sampai jam dua pagi, Selena menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi.Tak lama kemudian, Selena kembali ke ruang utama kamar hotel itu. Ponselnya yang tergeletak di atas meja mendadak bergetar menyala. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenalSaat Selena membuka pesan tersebut, matanya membelalak. Foto-foto di layar memperlihatkan Don sedang berdiri sangat dekat dengan Valerie di sebuah butik perhiasan mewah.Dalam foto selfie yang diambil Valerie secara sembunyi-sembunyi dari sudut menyamping, wajah Valerie tersenyum sangat dekat dengan pipi Don. Sementara Don tampak fokus

  • Penawar Sang Boss Mafia   99. Keraguan Sesaat

    Suasana di penthouse suite lantai paling atas hotel mewah itu terasa hangat. Lampu temaram memancarkan nuansa romantis, sementara pemandangan gemerlap kota Milan membentang indah dari balik dinding kaca raksasa.Selena baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi sutra putih yang longgar. Rambut coklat tua yang masih agak basah terurai bebas di bahunya.Di ujung tempat tidur, Don duduk bertelanjang dada, jemarinya sibuk mengetik laporan di tablet kerjanya."Kau tidak mau mandi dulu, Honey?" tanya Selena sambil mengoleskan krim di kulitnya yang halus dan lembut.Mata Selena menatap punggung kokoh suaminya yang dipenuhi beberapa goresan samar, bukti malam-malam panas yang mereka lewati bersama."Aku masih selesaikan dulu laporang, tanggung kalau ditinggal."Selena menatap kuku-kukunya yang mulai panjang. Dia harus memotong kuku-kuku sebelum melukai kulit punggung Don lebih dalam lagi saat mereka bercinta."Sedang mikir apa?" tanya Don yang menyadari kalau Selena tiba-tiba sediki

  • Penawar Sang Boss Mafia   98. Jaga Sikapmu

    "Apa rencana kalian sore malam nanti?" tanya Kakek Vargas sambil meraih cangkir di depannya.Don melirik Selena sebentar lalu meraih tangan wanita itu."Aku ingin mengajak istriku ke Fashion Week.""Kedengarannya menarik."Tentu saja! Ini pengalaman pertama Selena dan aku akan memperkenalkannya pada jajaran direksi dan mitra bisnis."Baiklah. Semoga semua berjalan sesuai dengan rencana kalian."Selena dan Don mengangguk hampir bersamaan."Kalian sudah melakukan perjalanan jauh. Karena itu, Kakek sudah mempersiapkan kamar tamu utama di lantai satu. Silakan beristirahat sejenak sebelum kalian pergi."Tanpa banyak basa-basi lagi, Selena dan Don pamit untuk istirahat sebentar."Don, kira-kira, siapa wanita yang dimaksud Kakek Vargas tadi?" tanya Selena begitu mereka tiba di kamar."Siapa lagi si ular betina kalau bukan wanita yang pernah menghinamu."***Gemerlap lampu ballroom Grand Hotel Milan memantulkan kemewahan malam puncak Fashion Week. Pengusaha papan atas, diplomat, dan elit maf

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status