Mobil sport hitam Dewa membelah jalanan kota. Kedua tangannya mencengkeram lingkar kemudi saat ponsel di dashboard terus bergetar hebat. Layar menyala menampilkan nama Elang. Dewa membiarkan panggilan berdering hingga mati, lalu tersambung lagi untuk kesekian kalinya. Pria itu menekan tombol di kemudi, menghubungkan panggilan ke pengeras suara mobil via bluetooth. "Ada apa lagi, Mas?" suara Dewa datar, terkontrol. "Dewa! Kamu jangan sengaja mengulur waktu!" suara Elang menyambar cepat dari seberang sana, terdengar sangat tidak sabar. "Tadi kamu bilang Alina di Rumah Sakit Medika, kan? Beritahu ruang berapa, cepat." Dewa menatap jalanan di depannya. Rahangnya mengeras. "Mbak Alina butuh istirahat total, Mas. Jadi jangan cari dia dulu hari ini. Bukannya Mas juga sibuk, untuk apa seolah buru-buru sekali, apa secemas itu dengan kondisi Mbak Alina?" "Kamu jangan mengatur aku!" Elang mendengus dari balik telepon. "Aku tidak peduli kamu bilang dia masih lemas atau apa, aku butuh A
Terakhir Diperbarui : 2026-09-11 Baca selengkapnya