Dewa menyusupkan kedua tangannya ke balik kain gaun Alina, meremas gundukan dadanya yang polos tanpa selimut bra dengan cengkeraman kencang dan amat hangat. Pria itu menundukkan kepalanya, membenamkan wajahnya di dada Alina, lalu menyesap dan menghisap puncak dadanya yang mengeras keras-keras menggunakan bibirnya. "Ngh! Dewa! Pelan-pelan... ah!" jerit Alina kencang, dadanya membusung pasrah ke udara saat rasa nikmat yang teramat sangat menghantam sarafnya. Dewa tidak mendengarkan protes itu. Ia terus menghisap puncak dada Alina makin kuat, mempermainkannya dengan gesekan lidah yang basah dan kasar, sementara tangan satunya mengocok gundukan dada Alina yang lain dengan ritme gila. "Kamu manis sekali, Lin," gumam Dewa serak di atas kulit dada Alina, lalu berpindah menghisap puncak dadanya yang sebelah lagi dengan sama kuatnya. "Dada kamu ini cuma boleh dihisap sama aku." "Ahhh! Dewa... geli... enak banget!" erang Alina bukan kepalang, matanya mendelik pasrah, jemari tangannya mere
Last Updated : 2026-09-01 Read more