Pagi menyingsing dengan udara dingin yang merayap di sekitar meja makan. Cahaya matahari tipis menerobos masuk melalui tirai di ruang tengah, memantul di atas permukaan meja kaca yang tertata rapi. Alina berdiri di sudut meja makan, menuangkan kopi hitam hangat ke dalam cangkir porselen milik Elang. Gerakannya tenang, tertata, dan begitu lembut. Di sebelahnya, piring berisi roti panggang dan selai sudah disiapkan dengan sempurna. Langkah kaki terdengar dari arah lantai atas. Elang berjalan turun dengan wajah kusam. Lingkar hitam di bawah matanya terlihat jelas, menandakan betapa buruknya kualitas tidur pria itu semalam. Pakaian kerjanya sudah rapi, namun dasinya terpasang sedikit miring, mencerminkan kepalanya yang masih dipenuhi beban pikiran. "Selamat pagi, Mas," sapa Alina manis, menyunggingkan senyum hangat yang amat polos. Elang mendongak, berusaha membalas senyuman itu meski raut wajahnya tetap terlihat kaku. "Pagi, Alina." Elang menarik kursi utama dan duduk di sana.
Last Updated : 2026-08-26 Read more